Victor Yeimo: Setengah abad lebih orang Papua mengalami lompatan peradaban yang amat “Brutal”akibat kolonialisme dan kapitalisme

Posted on

13627053_1051917001551991_5846325866712242832_n.jpg

KUTIPAN KETUA UMUM KNPB PUSAT TN.FIKTOR YEIMO

Setengah abad lebih orang Papua mengalami lompatan peradaban yang amat “brutal” akibat kolonialisme dan kapitalisme. Membuat bangsa ini menjadi minder, inlander, tidak mau bersaing, mengalah, pasrah pada keadaan, hingga takut mengambil resiko revolusi. Bahkan lebih buruk lagi, menerima kolonialisme-kapitalisme sebagai hal yang wajar dan benar. Itu artinya teori-teori kolonial dan kapitalis telah tumbuh subur dalam otak dan sikap orang Papua. Teori apa? teori yang dipelajari dari SD sampai kuliah selesai, juga dari media hegemoni yang lain. Teori, sekali lagi, telah bertugas mengubah dan membuat rakyat Papua memiliki kesadaran palsu.

Pada posisi ini kita butuh teori yang mampu menjadi alat hegemoni untuk melawan hegemoni kolonial dan kapitalisme. Dalam konteks ini (konteks kesadaran), kita butuh kesadaran revolusioner berdasarkan teori revolusi, yakni Marxisme. Teori Marx digunakan untuk menyusun kembali struktur berpikir rakyat tertindas yang mengalami situasi yang persis dialami oleh rakyat West Papua saat ini. Sebab, Marxisme mengandung unsur teori sebagai pemikiran kritis dan praxis sebagai tindakan perubahan. Artinya, rakyat West Papua yang dalam kondisi diatas bisa menjadi kekuatan pendorong revolusi jika memiliki teori kritis. Mengapa? karena revolusi selalu terjadi karena kehendak politik rakyat tertindas bertemu dengan refleksi teori kritis yang ada dalam filsafat.

Proses ini yang terjadi dalam masa perjuangan Indonesia melawan kolonialisme Belanda dengan kemunculan tokoh-tokoh nasionalis yang melek teori-teori Marxis (Soekarno, Tan Malaka, dll). Begitu juga Timor Leste. Begitu pula Vanuatu, Kanaki, Begitu juga kebanyakan negara-negara kecil di Afrika dan Amerika Latin. Mereka memerlukan teori Marx sebagai pembentuk karakter perlawanan revolusi yang dilakukan dengan cara dan metode yang objektif sesuai situasi penindasan. Mereka tidak melihat Marxisisme sebagai produk barat; atau melihat Marx sebagai orang Yahudi; dan segala latar belakang penggagas teori sosialisme ini. Mereka mengambil teori sebagai pengetahuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk penindasan dan bagaimana rakyat terintas melawannnya.

Karena itu, saat ini memang para penyebar ide-ide utopis dalam kolonialisme dan agen-agen imperialisme paling tidak suka orang Papua mengambil senjata Marxsisme untuk melawan kolonial. Karena menurut mereka melawan kolonialisme yang bertujuan membangun masyarakat sosialis Papua adalah ancaman bagi kepentingan imperialisme di West Papua. Sebab revolusi West Papua bertujuan membangun kembali tata kelola politik dan ekonomi yang bebas dari kolonialisme dan kapitalisme.

 

Penulis : KETUA UMUM KNPB PUSAT TN.FIKTOR YEIMO

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s