Penulis: kunumewone

KNPB TUNTUT REFERENDUM TIDAK BENTENTAGAN DENGAN PANCASILA

Posted on

Hasil gambar untuk knpb
Aktifis KNPB

KunumeWone, Jayapura–KNPB berjuang Papua Merdeka tidak bermaksud untuk menghancurkan NKRI dan Ideologi Pancasila bahkan juga merusak semboyan bineka tunggal ika tetapi, Perjuagan knpb jelas menutut hak politiknya.

Tuntutan rakyat Papua yang disuarakan oleh KNPB hak penentuan nasib sendiri (Self Determination) bagi rakyat papua barat melalui mekanisme Referendum itu tidak merusak nilai-nilai Ideologi Papncasila.

Sesungguhnya tuntutan Referendum yang disuarakan KNPB itu hanya sebuah solusi terbaik untuk mengahiri konfilik politik di Papua, yang mengakibatkan pelanggaran HAM jadi sorotan dunia internasional saat ini.

Pemerintah Indonesia dan aparat kepolisian tidak perlu alergi degan referendum karena KNPB menawarkan solusi terbaik dan demokratis kepada indonesia.

Pemerintah dan aparat kepolisian harus menerima tuntutan referendum yang ditawarkan knpb secara bijak, karena indonesia negara demokrasi, apabila pemerintah memberikan opsi referendum di papua akan memajukan waja dan meyelamatkan demokrasi indonesia.

Dilihat dari perjuagan Knpb dan Tuntutan Referdum maka bukanlah musuh Negara, Sehingga setiap aktivitasnya harus dibubarkan, harus ditangkap sewenag-wenag, tidak harus dibunuh dan dipenjarakan sebab KNPB tidak bertujuan untuk menghancurakn Ideologi Pancasila.

Contohnya: Timor Leste berjuang sampai dengan referdum dilakukan tidak menghancurkan indonesia dan idologinya, sebaliknya membantu indonesia keluar dari krisis keuagan, meringankan beban APBN dan menyelamatkan waya demokrasi indonesia di mata dunia internasional.

Dengan demikian apabila pihak aparat kepolisian dan orang yang cari makan di Indonesia mengatakan organisasi KNPB radikal, KNPB bertentagan degan pancasila dan menghancurkan negara itu tidak dapat dibenarkan. Sebaliknya tuntutan knpb untuk membantu Indonesia agar tidak hancur ideologinya, karena Referendum terjadi di Papua kemudian hasilnya kita belum tau, apakah rakyat papua ingin merdeka atau tetap dengan indonesia?hasil referendum seperti apa pun tidak akan membuat pancasila hancur.

Tujuan dari tuntutan referendum oleh knpb itu sebanarnya untuk menciptakan kedamaian, keadilan, kebenaran dan kemakmuran rakyat yang merupakan nilai-nailai ideologi pamcasila itu sendiri. Karena akar konfilik politik atau satatus politik papua itu belum disentu dan diselesaikan secara damai dan bermartabat melalui referendum maka Indonesia tidak akan pernah mewujudkan ideologi pancasila itu yang merupakan tujuan kemetdekan indonesia.

Pemabagunan inperastruktur yang dicanangkan resim jokowi di papua bukanlah persoalan supsantif yang harus diprioritaskan dan bukan pemintaan rakyat papua. Pembagunan itu hanya untuk kepetigan insfestor dan migran dan tidak menguntungkan rakyat papua.

Dengan demikian pemerintah harus menerima solusi yang ditawarkan KNPB, yaitu selenggarakan referendum yang diawasi oleh dunia internasional atau UN. Oleh karena kami sampaikan kepada pemerintah Indonesia dan aparat kepolisian di papua agar hentikan penagkapan, intimidasi, teror dan penyiksaan terhadap aktivis KNPB.

Kami juga menyampaikan kepada publik Indonesia dan rakyat papua bahwa, jangan samakan knpb degan organisasi radikal lain di indonesia seperti HTI dan FPI karena perjuagan mereka dan perjuagan knpb serta aksi di lapagan pun sagat berbeda.

Berhenti krikinalisasi KNPB dengan propagada dan skenario yang diciptakan oleh pihak tertentu yang ingin menghancurkan papua.

Kepolisian hentikan penagkapan aktivis knpb yang berjuang secara damai dan bermartabat dengan mengedepankan nilai nilai kebenaran dan hak asasi manusia HAM. Segera bebaskan Ketua I KNPB Wwilayah Mimika Yanto Arwekion karena pasal makar yang ditudukan itu sagat pormatur karena tidak ada uncur makarnya sebab mereka lakukan ibadah dirumah mereka yang dijamin oleh undang-undang.

Kami juga sesalkan penagkapan 77 aktivis KNPB di merauke yang melakukan aktivitas oerjuagan secara damai. Seharusnya polisi sebagai penaggung jawab keamanan di papua menyamin keamanan rakyat papua degan menakap para pembunuh manusia dengan aksi kiriminal di papua kuhusus kota jayapura sebagai salah satu bentuk rasa aman bagi masyarakat bukan menangkap aktivis knpb eewnag-wenag. Penagkapan aktivis knpb bukan solusi menyelesaikan persoalan di papua dan , tidak akan menghapus ideologi papua merdeka yang sudah ada sebelum indonesia ada di west Papua,

Solusi demokratis dan final hanya referendum, karena selama hak penentuan nasib sendiri belum dilaksanakan bagi rakyat papua maka tuntutan papua merdeka akan selalu hidup dan tidak pernah indonesia kubur dari bumi cendrawasih.

Penulis: ONES SUHUNIAP Sekjend KNPB Pusat.

Iklan

Pasca kunjungan Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia Ke Watu Pinawetengan Sulawesi Utara

Posted on Updated on

Foto Samkakay Yanolek Patul.
Tuan. Hiskia Meage, bersama dengan kawan-kawan Minahasaland Merdeka

KunueWone, Manado-2 Juli 2017. Tuan. Hiskia Meage, bersama dengan kawan-kawan Minahasaland Merdeka pergi mengunjungi orang Tua pertahanan Minahasaland Merdeka di Pinawetengan. Sekitar pukul 09. Pagi waktu setempat star dari pusat kota Manado ke Pinawetengan dan tiba disana sekitar pukul 15.30. Wit.

 “Karena duduk bersama, bercerita bersama, makan/minum bersama, jalan bersama, berfikir bersama tentang kebangsaan sesuai Allah diwariskan dimuka bumi ini wajib diangkat bersama”, demikian menurut Hiskia Meage, Ketua KNPB Konsulat Indonesia melalui akun facebook pribadinya pada hari Kamis, (1/06/17).

Hiskia saat di hubungi melalui sambungan telepon mengatakan untuk sementara saya ada keluar kota bersama kawan-kawan dari Minahasaland pergi jenguk orang Tua-Tua dari Minahasaland diluar kota. Dalam keterangannya pasca kunjungan ke Pinawetengan kepada Admin.

“Kami saat ini bersama orang tua lagi duduk cerita-cerita sambil tukar pikiran dan berbagi pengalaman. Saya sampaikan kepada mereka bahwa patut Generasi muda menjadi tolak ukur dan wajib mempertahankan yang diwariskan sesuai zhang khalik”. Lanjutnya, seperti Pesan DR. Sam Ratulangi bawah: “Setiap bangsa yang ingin mempertahankan jati dirinya, harus menghargai warisan suci, tradisi dan budaya dari para leluhurnya;, kata Hiskia kepada Admin melalui sambungan telepon.

Kawan-kawan Minahasaland Merdeka

Berikut Foto – fotonya:

Foto Samkakay Yanolek Patul.

Foto Samkakay Yanolek Patul.

Foto Samkakay Yanolek Patul.

Foto Samkakay Yanolek Patul.

Foto Samkakay Yanolek Patul.

Foto Samkakay Yanolek Patul.

Sumber: Aktivis KNPB Konsulad Dewa Zeus Youmbewa Chambu

KNPB Timika melakukan acara bakar batu untuk mengibarkan kembali bendera KNPB sebagai symbol perlawanan Rakyat papua

Posted on

Foto Melky M Ugapigu.
Foto, Acara Bakar batu di kantor KNPB Timika

KunumeWone, KNPBTimika—-Pada 1 / 06 / 2017 , di jln. Sosial Kebun siri , KNPB Wilayah Timika melakukan acara bakar batu yang bertujuan untuk menaiki serta mengibarkan kembali bendera KNPB sebagai symbol perlawanan Rakyat Papua ,

Yang telah digrebek dan diturunkan oleh Satuan TNI POLRI , BRIMOB , DENSUS 88 dan KOPASSUS serta BIN BAIS Pada tanggal 30-05-2017 saat kegiatan Penutupan Petisi Manual Sewilayah Bomberay.

Kegiatan ini dimeriahkan oleh semua sector yang telah dilantik dalam wilayah timika , setiap sector memeriahkan kegiatan ini dengan cara menyumbangkan beberapa Bama antara lain membawa ayam hidup 2-3 ekor , aqua 2-3 karton dan ubi-ubian serta ada beberapa sector yang menyumbang babi sebanyak 4 Ekor .


Dalam acara kegiatan tersebut pemanahan Babi pertama yang dilakukan langsung oleh ketua Knpb Timika Tn, Steven Itlay dan setelahnya babi yang lainnya disesuaikan oleh Rakyat yang mewakili dari PRD dan OPM.Acara kegiatan Bakar Batu ditanggani oleh Setiap Pasukan Millitan Pusat Maupun sector hingga acaranya tergotong royang dan singkat untuk proses Pembungkusannya.


Inti acara , Doa dimulai pada jam 02-00 yang dipimpin oleh pdt.Daniel Bagau dan Firman Tuhan dibawakan oleh Ptd.Deserius Adi.


Mengheningkan cipta sekaligus doa penaikan bendera Knpb dipimpin oleh Pdt. Deserius dan Pdt.Daniel menyerahkan Bendera Knpb kepada Ketua Steven Itlay dan didampingi ketua Fraksi Bomberay serta Ketua Knpb Kaimana untuk di naikkan.


1 kesan pesan oleh ketua umum lembagai politik bangsa papua atas nama wilayah Bomberay Timika Rakyat Papua harus mengetahui bahwa papua merdeka tidak akan lama lagi tiba di Papua . maka sisah daripada waktunya yang ada ini kita harus semangat untuk berjuang tanpa membedakan Gunung dan Pantai.


2 ketua umum KNPB wilayah timika atas nama STEVEN ITLAY

( 1)menyampaikan bahwa seluruh rakyat bangsa papua berhak berbicara papua merdeka


(2) kemarin pada sidang UPR PBB ada 10 negara yang mendesak kepada indonesia supaya pasal makar yang sedang ia gunakan itu segera di hapukan


( 3) seluruh dungan petisi wilayah bomberai timika semua sudah berhasil dan petisi adalah tolak ukur bagi bangsa Papua untuk Merdeka .


Badan pengurus sektor serta Anggota yang datang membanjiri Kantor Papua Merdeka Kira-Kira Berjumlah 500 lebih orang , dan acara pembagian Bakar batu serta Penaikan bendera Knpb berakhir dengan Tarian Masing – Masing Dihalaman Kantor Papua Merdeka .knpb prdm wilayah bombray.

Berikut FOTO-FOTO Kegiatan Bakar Batu :

Foto Melky M Ugapigu.Foto Melky M Ugapigu.

Foto Melky M Ugapigu.

Foto Melky M Ugapigu.

Sumber: Aktivis KBNPB Melky M Ugapigu

Salamat hari Pancasila buat pulau Jawa, Madura dan Sumatera.

Posted on Updated on

Foto Alexander Nekenem.

Pancasila punya siapa? RI atau NKRI?


Kalau RI, kembalikanlah pancasila dan merah putih ke pemiliknya yang sah, karena isi perjanjian linggarjati, perjanjian roem royen dan konperensi meja bundar menyatakan secara de facto dan de jure wilayah kekuasaan RI adalah Jawa, Madura dan sebagian Sumatera.

Kalau pancasila punya NKRI.

Adakah surat penyerahan kedaulatan kepada NKRI?
Dimana wilayah sah NKRI?
Apa dasar hukum NKRI?
Adakah undang undang dasar NKRI?
Tahun berapakah NKRI terbentuk?

Apakah pancasila punya Maluku, Papua dan Sulawesi?
TIDAK!

Maluku, Papua, dan Sulawesi tidak mempunyai hubungan ketatanegaraan dengan RI.
Maluku, Papua dan Sulawesi tidak mempunyai hubungan ketatanegaraan dengan Republik Indonesia Serikat.
Maluku, Papua dan Sulawesi juga tidak mempunyai hubungan ketatanegaraan dengan NKRI, karena NKRI baru terbentuk pada tanggal 17 agustus 1950 oleh Ir. SOEKARNO, ketika dia melikuidasikan Republik Indonesia Serikat menjadi sebuah nama “NKRI” di Jakarta pada tanggal 15 Februari 1950.

Bagi Rakyat West Papua ideologi unik yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, dengan ada kesadaran akan hal ideology Pancasila.
Pada 01 Juni 1945 – 01 Juni 2017 merupakan Hari Pancasila, sebab Pancasila di Papua itu pemilik falsafahnya sendiri sudah menginjak-injak pakai sepatu laras dan bayonet, cabik-cabik buang di got, tidak ada arti.
Saya bangga dengan Pancasila, tetapi tidak dengan Indonesia yang menggunakan Pancasila sebagai ideologi negara. Momentum satu tahun yang lalu, ketika saya berteriak di jalan agar ideologi negara harus di jaga dan di terapkan karena itu merupakan jati diri anak bangsa dan negaranya sendiri. 
Tetapi, semua hanya simbol semata yang mungkin hanya diterapkan oleh seberapa daerah, di Papua khususnya nilai-nilai Pancasila, sungguh hanya sebatas simbol dan tulisan tetapi tidak pernah di terapkan dalam kehidupan orang Papua.
Perjalanan panjang Soekarno di Indonesia Timur, khusus Papua, Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT) mengadilkan peristiwa sejarah Indonesia. Pancasila dan Burung Garuda adalah hasil yang diberikan secara cuma-cuma dari adat dan budaya bangsa Timur kepada negara bekas.
Jajahan Hindia – Belanda yang kini Indonesia namun Soeharto bersekongkol dengan Tahayul dan Penjahat Militer, membunuh dan menginjak-injak bangsa Timur, pemilik pusaka negeri ini.
Bangsa Timur bangsa Inlander Nusantara, pemilik tanah Nudantara sebelum kedatangan bangsa China dan Melayu ke Nusantara. Jasmerah jangan sekali-kali meninggslkan sejarah.
Aku telah belajar untuk diam dari orang yang banyak omong, belajar toleran dari orang yang tidak toleran, dan belajar menjadi ramah dari orang yang tak ramah, namun, sungguh aneh, aku tak berterima kasih pada orang –orang ini.
Oleh sebab itu, Hari Pancasila 01 Juni 1945 – 01 Juni 2017 sebagai symbol yang mesti di rayakan karena secara realitanya menjadi kehancuran bagi bangsa dan rakyatnya. Namun, pancasilanya dan ideologi bangsa di seluruh dunia hanya sebagai simbol semata negara – negara lain, baik daerah, nasional bhkan internasional atau dunianya.
Penulis: Aktivis KNPB Alexander Nekenem

Ternyata Theresia Lampyiopar Dibunuh oleh Suaminya, BIN, TNI, Dan POLRI Bermain. Orang Papua Kena Getahnya

Posted on Updated on

Aparat kepolisian mengamankan lokasi penemuan mayat di depan PLTD Waena, Kota Jayapura (foto istimewa) 

KunumeWone, Jayapura–Orang Papua Asli (OAP) Jangan terjebak dalam adunan donat yang dimainkan BIN, TNI, dan POLRI di Papua.

Kasus pembunuhan yang terjadi terhadap Theresia Lampyiopar di depan PLN Waena Jumat Pagi (19/5) pukul 05.40 WIT. Pembunuhan tersebut dilakukan oleh suami ke tiganya sendiri.

Akibat adunan donat yang dimainkan BIN, TNI, dan POLRI ini orang Papua menjadi korban lagi, orang Papua (dari gunung) dituduh sebagai pelaku. Polisi kejar pelaku dan menembak tiga orang di Somel Waena (setelahnya kemudian Polisi klarifikasi mereka terkait kasus lain, #aneh).

Keluarga korban (orang Maluku) palang jalan dan cari orang gunung. Dalam pemalangan jalan tersebut Polisi biarkan amuk warga Maluku, akibatnya Pius Kulua dibunuh dan adiknya kritis. Sebelum mengungkap siapa pelaku pembunuh Theresia ini (apalagi Pius yang konon diduga ditikam Polisi, #kurang Waras).

Dan dalam Kasus lain, pembunuhan Dosen UNCEN di Buper pada kamis (11/05) dini hari sekitar pukul 00.30 WIT. pembunuhan tersebut Polisi main tuduh saja sembarangan, jika pelaku pembunuh Dosen Uncen di Buper adalah anggota KNPB.

Kemudian kasus pembakaran Alkitab pada hari Kamis (25/5). Melalui media propagandanya (Papuanews.id), mereka tuduh KNPB sebagai dalang protes pembakaran Alkitab di Padang Bulan. Nyatanya pelaku pembakaran Alkitab adalah oknum TNI (Baca: Oknum TNI Diduga Bakar Alkitab di Papua)

Miris melihat rangkaian peristiwa-peristiwa ini, rangkaian kasus-kasus ini tidak ada bukti yang kuat dilakukan oleh orang Papua namun diadudombahkan terhadap orang Papua.

Indonesia telah berhasil bangun stigma “orang gunung” sebagai penjahat, dan KNPB sebagai dalang. Apapun kejahatannya, mind set publik tertuju pada “orang gunung”, ciri-ciri gimbal dan brewok sebagai pelaku. Sementara, mereka membangun mind set “orang pantai” sebagai bagian dari Indonesia, dan orang pendatang adalah warga NKRI yang memiliki hak superioritas. Terminologi gunung-pante dan stigma seperti itu lasim digunakan kolonial sebagai taktik operasi pecah belah, pembunuhan dan penghancuran basis perjuangan rakyat.

Saya menulis ini kembali, agar orang Papua mengerti kiat-kiat kolonialisme dalam bentuk yang nyata. Mereka atur konflik dengan sistematis dan terstruktur.

Bayangkan, berbagai kasus kejahatan Polisi tak tersentu hukum, malah KNPB dikriminalisasi terus-menerus. Polisi tembak rakyat dibiarkan, tapi KNPB hanya ibadah digrebek dan ditangkap.

Benar kata pimpinan Gereja Papua bahwa tidak ada masa depan orang Papua dalam kekuasaan Republik Indonesia. Benar kata KOMNAS HAM: “Pelanggaran HAM harus dibawa ke Internasional, karena Indonesia (Komnas HAM) sudah tidak bisa atasi pelanggaran HAM Papua. Benar kata pejuang kemerdekaan Papua: “lepas dari kolonialisme Indonesia adalah satu-satunya jalan selamat bagi bangsa Papua”.
[ Kaonak Mendek ]

Catatan: Vicktor YeimoVicktor Yeimo

GUBERNUR PAPUA BARAT MENJALANI PELATIHAN MILITER

Posted on

23 Gubernur Indonesia menjalani pelatihan militer di Pulau Natuna berfoto dengan Presiden Joko Widodo – hangtuahnews.co.id

Manokwari, – Gubernur Dominggus Mandacan dan Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani menjalani pelatihan militer di Kepulauan Natuna, Batam.

Dia menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo mengundang semua gubernur dan wakil gubernur untuk pertemuan di Kepulauan Natura, Batam.

Dari pukul 17-18 Mei semua gubernur berkumpul di Bandara Halim Perdana Kusumuh Jakarta untuk berangkat ke Kepulauan Natuna menggunakan pesawat milik Angkatan Udara.

“Kami bersama gubernur dari daerah lain yang mengikuti kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh TNI,” katanya.

Menurutnya, selama berada di Kepulauan Natuna, Presiden dengan jajaran TNI diajak berkeliling pulau. Sejumlah equioments khusus TNI seperti kapal perang, kapal selam dan helikopter akan dikerahkan untuk mendukung kegiatan tersebut.

Selama pelatihan, para peserta mengenakan pakaian bergaris seperti TNI. “Panitia telah meminta seukuran pakaian kami, termasuk celana dan sepatu yang akan kami pakai nanti,” katanya.

Dia menyebutkan, dalam acara tersebut akan ada atraksi militer yang dilakukan oleh anggota TNI. Gubernur akan diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam latihan menembak.

“Pada akhir acara baru kami akan mengikuti pelatihan yang akan dilakukan langsung oleh Pak Presiden,” katanya sambil bercanda dengan harapan bisa mendapatkan sekaleng merah. (*)

Sumber: Antara

 

FORUM KERJA EKUMENIS GEREJA PAPUA: “KAMI TIDAK MEMILIKI MASA DEPAN DALAM SISTEM INDONESIA”

Posted on

 

Kiri ke ketat, Pdt. Socratez Sofyan Yoman, Pdt. Dorman Wandikbo, dan Pdt. Benny Giay dalam jumpa pers pada 2016 – Jubi / Arjuna

Jayapura, Jubi – Tiga intelektual religius dan pemimpin dari Forum Kerja Ekumenis Gereja Papua membuat pernyataan yang jelas hari ini, Senin (29/5) mengungkapkan keprihatinan mereka atas pembunuhan, penembakan, perburuan, peperangan, serta stigma dan kesedihan yang sedang dialami. Oleh jemaat mereka.

“Minggu ini kita (seperti minggu-minggu sebelumnya, bulan dan tahun sebelumnya) jemaat kita telah mengalami kesedihan, kematian, perburuan, penembakan dan pertempuran; Serta stigma di mana institusi negara (yang lemah) selalu keluar dengan politik ‘berbicara dan bertindak secara berbeda’. Oleh karena itu kami menerbitkan sebuah ‘Shepherd Letter’, “seperti yang tertulis dalam pernyataan mereka kepada publik.

Terdiri dari enam bagian, dari keprihatinan terkait berbagai aktor yang bermain dalam dinamika keresahan Papua baru-baru ini, dengan pernyataan penolakan yang kuat terhadap apa yang mereka sebut sebagai sistem Indonesia. Dikatakan, ‘tidak ada masa depan bagi masyarakat Papua dalam sistem Indonesia’.

Yang pertama bagian , surat pastoral ditujukan untuk berbagai nominal hubungan yang bermain keluar di dinamis dalam berbagai tingkatan (dari Jakarta) hingga Papua yang akibatnyamempengaruhi kehidupan jemaat / masyarakat sipil di Papua.

Bagian kedua dan keempat menunjukkan bagaimana wajah Negara Indonesia menunjukkandirinya cara mereka kasus-kasus . Tema rasisme angkatnya yang diterapkan di sini. Ini juga adopsi kami sekali lagi di p seni 4, di mana kami menunjukkan rasisme dilembagakan dari Negaramelalui TNI / POLRI yang berusaha keras untuk memimpin kita semua (masyarakat) untuk mendukung TNI / Polri untuk mengecam Komite Nasional Papua Barat ( KNPB ) dan orang higland ‘ .

Kami ketiga bagian mencerminkan pengalaman para aktivis perjuangan dan yang gereja es’pekerjaan s yang telah membentuk kita di masa lalu yang terus membayangi kita.

Pada bagian kelima , kita nyatakan menyatakan posisi kita sebagai Gereja berhubungan denganOPM , KNPB atau ULMWP. Seperti yang kita telah disampaikan pada tanggal 16 Desember 2011 yang OPM dan KNPB atau ULMWP adalah bayi s (nasionalisme) lahir sebagai hasil dari kawin paksa ( Act of Choices 1969) antara Indonesia dan Papua yang kedua belah pihak harus waspada.Seperti Soekarno dan Moh Hata yang menurut Indonesia adalah dukungan ing Nasionalisme, begitu juga kita. Kami diposisikan dengan OPM, KNPB, dan ULMWP sebagai pembawa bendera Nasionalisme Papua; w hich telah separatis diberi label, seperti Belanda digunakan untuk mengirim Sukarno ke penjara atas tuduhan separatis.

Keenam, kami sampaikan kepada kongregasi bahwa berdasarkan pengalaman dan kejadian yang telah kami alami dalam beberapa hari terakhir, “tidak ada masa depan bagi masyarakat Papua dalam sistem Indonesia. Papua harus membangun dirinya sendiri; Dengan belajar dari Persipura.Kami, Papua, buat agenda kita sendiri. Belajar dari Persipura dengan disiplin, pelatihan terus menerus, fokus dan arahan; Tepat waktu untuk mengikuti jadwal tetap, dengan semangat api.Tidak ada bangsa lain yang akan datang untuk membantu. Orang Papua harus membantu diri mereka sendiri dengan membuat komitmen untuk memprioritaskan pendidikan di segala bidang.Pendidikan, Pendidikan. Jauhkan bahwa komitmen untuk menempatkan anak-anak untuksekolah dan berjuang sampai akhir.

Kami mengundang seluruh jemaat : “Marilah kita mengubur budaya menunggu , untuk kebaikanyang datang dari surga; atau yang tertentu bangsa atau tertentu bagian ies akan datang untuk menyelamatkan “. Kita harus mengatakan “kita menghadapi tembok budaya dan ideologis dan rasisme”. Kami menghadapi kebijakan ideologi dan pengembangan “bias migran”.

Kami mengucapkan selamat mencoba. Berjuang untuk membuat teolog dan pengacara danekonom Papua masa depan dengan mata tertuju pada Kristus (Iberani 12: 7)

Pertarungan yang bagus ! “ (*)

 

Sumber : http://tabloidjubi.com