Kapolres

Polisi Perpanjankan masa penahanan Ketua KNPB Satu Timika, Tanpa Barang bukti yang kuat

Posted on

dd.png

SURAT PERPANJANGAN YANTO AWERKION !

Walaupun tidak ada Barang Bukti yang menjerat ketua KNPB Satu Yanto Awerkion tetapi Polres Mimika berusaha keras untuk menjerat Yanto dengan Pasal MAKAR 106 KUHP Dengan alasan yang tidak masuk akal.

Polisi meminta dan menekan kejaksaan Negeri Timika lagi untuk meminta Perpanjangan masa penahanan Yanto Awerkion 40 hari lagi terhitung sejak tanggal 19 Juni-28 Juli 2017 maka kejaksaan juga ikut Polisi punya mau sampai akhirnya surat perpanjangan tersebut di terbitkan oleh Kejaksaan Negeri Timika.

Awalnya Aparat gabungan personil Kepolisian Resor Mimika bersama TNI melakukan penangkapan secara sewenang-wenang terhadap Yanto Awerkion selaku ketua 1 KNPB Timika pada hari Selasa pagi (30/5/2017). . Penangkapan dilakukan ketika KNPB sedang melakukan doa bersama di kantor mereka. Acara tersebut juga kemudian dibubarkan paksa. Yanto Awerkion dikenakan pasal 106 KUHP tentang tindak pidana makar. Selain penangkapan terhadap Yanto, enam orang lainnya juga diinterogasi selama kurang lebih dua jam yang kami anggap merupakan bentuk intimidasi.

Angoggota KNPB Timika Sangat Menayangkan Polisi Perpanjankan masa penahanan Ketua KNPB Satu Timika, Tanpa Barang bukti yang kuat

 Hari ini Polisi kembali Memasukan Ketua KNPB Satu Timika Yanto Awerkion  di Karang tinakan maka keluarga mau pergi jengukpun dilarang oleh aparat kolonial NKRI,

Keluarga korban dan anggota knpb timika mengatakan bahwa alasannya apa sampai polisi kasih masuk Yanto Awerkion kembali ke penjara ini kami tidak tahu.

sedangkan Kondisi Yanto Awerkion sedang mengalami sakit dalam PENJARA untuk itu kami minta tolong kepada semua rakyat Papua agar Mohon Dukungan DOA !

 

Sumber : KNPB TIMIKA

 

Iklan

Kapolres Kota Jayapura” minta pulsa kepada wartawan

Posted on Updated on

Jayapura, Jubi – Jabatan Kapolres adalah jabatan berwibawa. Seorang Kapolres bertanggungjawab terhadap keamanan satu kabupaten/kota. Bahkan di Papua ada Kapolres yang wilayah hukumnya bisa membawahi hingga empat kabupaten.

Namun bagaimana jika seorang Kapolres meminta pulsa kepada wartawan. Di Papua, oknum penipu yang mengaku Kapolres Kota Jayapura, AKBP Marison Tober Sirait meminta pulsa kepada salah satu wartawan lokal, Deny Tonjau, Selasa (21/11/2016).

“Saya dihubungi seseorang melalui nomor tak dikenal. Dia mengaku Kapolres Kota Jayapura. Meminta pulsa ke saya senilai Rp150 ribu untuk tiga nomor. Dari suaranya, si penelpon ini seorang pria,” kata Deny, Senin (21/11/2016).

Namun Deny yakin si penelpon adalah penipu. Katanya, tak mungkin Kapolres Kota Jayapura meminta pulsa dengan total nominal hanya Rp150 ribu. Untuk memastikan hal tersebut, ia menelpon langsung ke nomor Kapolres Kota Jayapura yang ada di daftar kontaknya.

“Ternyata itu memang penipu. Saya juga sudah memastikan itu kepada Kabih Humas Polda Papua, Kombes (Pol) Patrige Renwarin dan memang nomor yang meminta pulsa bukan milik Kapolres Jayapura Kota, AKBP Marison Tober Sirait,” ucapnya.

Sementara Kapolres Kota Jayapura, AKBP Marison Tober Sirait mengatakan, si penelpon adalah penipu. Katanya, ia tak meminta pulsa.

“Sejak kapan saya minta pulsa. Memalukan sekali kalau Kapolres minta pulsa,” kata Kapolres Marison vai teleponnya sambil tertawa.

Ia mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap berbagai trik penipuan terutama yang mencautut nama pajabat polisi, termasuk dirinya.

“Ini modus penipuan yang sering digunakan pelaku penipuan. Jadi jangan percaya begitu saja kalau ada yang ngaku-ngaku pejabat polri. Sebaiknya klarifikasi langsung,” ucapnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol, Patrige Renwarin mengatakan, dari hasil penelusuran tim ciber Polda Papua, lokasi penelpon gelap itu terdeteksi berada di Tanjung Balai, Sumatera Utara. (*)

Sumber : http://tabloidjubi.com/